1. Penganiayaan Guru oleh Siswa di Sampang, Jawa Timur
Pada 1 Februari 2018, seorang guru seni rupa bernama Ahmad Budi Cahyono meninggal dunia setelah mati batang otak. Kapolres Sampang, AKBP Budi Wardiman menggelar konferensi pers tentang kronologi meninggalnya Pak Budi agar tidak ada berita lain yang memperkeruh suasana.
Kamis, 1 Februari 2018, sekitar pukul 13.00 Pak Budi mengisi pelajaran seni melukis. Semua diberi tugas, namun MH (pelaku) tidak menghiraukan tugas tersebut. Setelah ditegur berkali-kali, MH tetap tidak menghiraukan hingga akhirnya Pak Budi menggoreskan cat ke pipinya.
Merasa tidak terima, dia pun mengeluarkan kalimat kasar. Dianggap tidak sopan, Pak Budi memukul dengan kertas absen namun berhasil ditangkis. MH langsung menghujamkan pukulan ke pelipis kanan Pak Budi yang membuatnya jatuh.
Murid lain melerai, namun lengan kiri Pak Budi terluka untuk menahan tubuh ketika jatuh. Dia sempat meminta maaf kepada Pak Budi atas apa yang telah dilakukannya. Permintaan maaf tersebut disaksikan oleh semua murid.
Pelajaran usai, Pak Budi sempat bercerita pada kepala sekolah tentang apa yang telah ia alami. Ketika pulang ke rumah, Pak Budi mengeluh pusing dan sakit kepala. Sekitar pukul 15.00 korban dibawa ke puskesmas dan dirujuk ke rumah sakit Dr. Soetomo, Surabaya.
Pihak rumah sakit menyatakan bahwa Pak Budi mati batang otak yang menyebabkan seluruh organ tubuhnya tidak berfungsi. Pada 21.40, Pak Budi meninggal dunia.
2 . Guru alami patah tulang hidung karena ditinju siswa
Berbeda lagi di Kabupaten Bengkulu Utara (BU). Di SMP Negeri 3 Kerkap di Desa Tanjung Putus Kecamatan Kerkap. Seorang guru harus menderita patah tulang hidung setelah ditinju oleh muridnya sendiri yang tak terima setelah ditegur lantaran berbuat kesalahan di ruang kelas.
Peristiwa perlawanan murid kepada gurunya itu terjadi tepatnya pada Jumat (22/7) di ruang kelas VII sekitar Pukul 09.55 WIB. Saat itu, sang guru honorer, Osi Wulandari (24) tengah melaksanakan tugasnya mengajar. Salah satu pelajar yang merupakan pelaku AD (16) terlihat tidak duduk dengan semestinya.
Pelajar ini malah duduk di atas mejanya. Sang guru pun menegur pelaku. Tak disangka-sangka, bukannya menurut dan duduk dengan semestinya, yang terjadi justru pelajar ini malah melawan. Sang murid lalu menggunakan tangan kanannya memukul bagian muka sang guru hingga menyebabkan tulang hidung sang guru patah.
Dari kejadian ini alangkah baiknya jika para orang tua memberi perhatian Ekstra kepada anak-anaknya, serta memberikan ajaran-ajaran yang baik pada anak-anaknya karena bisa saja akibat dari kejadian diatas karena salahnya didikan orang tua atau kurangnya perhatian orang tua maupun keadaan lingkungan sekitar. Berilah contoh yang positif, perhatikan anak-anak anda agar tidak salah pergaulan, karena orang tua adalah pihak pertama yang meletakan fondasi pembentukan karakter dan kepribadian anak.
sumber :
https://today.line.me/id/pc/article/Selain+Guru+yang+Dibunuh+Murid+di+Sampang+Ini+3+Kasus+Guru+yang+Dikasari+oleh+Murid-ZY9XQN
http://pojoksatu.id/news/berita-nasional/2016/08/11/5-kasus-penganiayaan-guru-murid-inikah-mental-pelajar-indonesia/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar